Desa Wisata Pulau Lombok
Pulau Lombok adalah salah satu bongkahan Surga yang diturunkan Tuhan di Bumi ini. Bentangan Pantai yang membiru, hamparan Hutan yang hijau, Tingginya Gunung yang indah, derasnya Air Terjun dan Ecotixnya Pulau-pulau kecil serta Keanekaragamannya menjadi bukti pantasnya kita mengatakan Lombok sebagai salah satu bongkahan Surga. Selain beberapa alasan diatas, keramahan masyarakat Lombok menjadi nilai yang tidak bisa dilupakan, terutama masyarakat Desa yang masih setia dengan Adat para pendahulunya.
Berikut beberapa Desa yang ada di Lombok yang biasa dikunjungi oleh oleh wisatawan yang dating ke Lombok dengan ciri atau special thing yang dimiliki, antara lain:
1. Desa ENDE
Ende adalah sebuah Dusun yang ada dusun di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ende merupakan dusun yang masih bersifat tradisional yang dimana Penduduk dusun ini menjalani aktivitas sehari-hari dengan memegang teguh tradisi yang masih mengakar dari para leluhurnya dan Agama Islam yang menjadi agama mayoritas Dusun Ende juga tak membuat tradisi yang telah berumur ratusan tahun ini menjadi longgar. Dusun Ende memiliki luas sekitar 1 hektare. Di tanah seluas itu Wisatawan bisa melihat rumah yang beratapkan alang-alang yang menjadi ciri Khas Suku Sasak, Atap rumah yang dibuat miring dan Pintu yang ukurannya pendek memang disengaja agar para Wisatawan yang mengunjungi rumah harus menundukkan kepala sebagai penghormatan kepada sang pemilik rumah.
Berbicara tentang Suku Sasak dan Dusun Ende, makan tentu akan berbicara tentang Tradisi Unik yang dimiliki Suku Sasak, yaitu kawin lari. Dalam tradisi ini, pihak pria membawa lari wanita yang disukainya. Ini dilakukan tanpa diketahui oleh orangtua si wanita, wanita yang dibawa lari tidak boleh digauli oleh laki-laki sebelum proses Akad Nikah dan wanita yang dibawa lari harus dibawa ke rumah keluarga dari si laki-laki. Setelah 1x 24 jam maka akan ada utusan dari pihak laki-laki menuju pihak perempuan untuk memberitahukan kalua anak wanitanya akan dinikahkan dan membicarakan semua hal yang berkaitan dengan pernikahan (Negosiasi). Setelah semua disetujui pernikahanpun akan dilakukan sesuai ajaran islam pada umumnya. Selain Tradisi yang unik, Pernikahan di Dusun Ende biasanya dilakukan di seputar lingkungan dusun. Perkawinan antar sepupu atau saudara masih sering terjadi. Jika ada seseorang yang ingin menikah dengan pihak luar dusun, orang tersebut diharuskan membayar denda yang nilainya cukup besar untuk kalangan masyarakat dusun.
Selain tentang Tradisi Penikahan yang unik, di Dusun Ende juga masyarakat masih menggunakan kotoran kerbau untuk membersihkan lantai rumahnya dalam kurun waktu yang ditentukan. Dan yang terakhir yang special dari Dusun Ende adalah wisatawan bisa melihat Atraksi Tari Peresean lengkap dengan Musiknya.
2. Desa Tenun Sukarara
Desa Sukarara merupakan salah Desa Wisata yang ada di Lombok, selain Desa Ende dan Desa Banyumulek. Sukarara terletak di Kabupaten Lombok Tengah Kecamatan Jonggat, Lombok. Kurang lebih 20 menit dari Bandara Internasional Lombok.
Sukarara adalah sebuah desa yang terkenal dengan kerajinan Tenun Tradisional atau Songket. Desa Sukarara adalah sebuah desa kecil tetapi memiliki pemandangan yang begitu indah. Sebagian besar perempuan yang tinggal di desa ini bekerja sebagai penenun, bahkan sejak dari anak – anak, para orang tua sudah mengajarkan atau mewariskan kerajinan tenunnya kepada anak perempuannya sehingga kerajinan tenun masih tetap ada hingga sekarang. Desa Sukarare terbagi menjadi beberapa dusun, yaitu Dusun Belong Lauk dan Dusun Belong Daye. Uniknya, di setiap desa tersebut, para kaum perempuannya di wajibkan untuk bisa menenun, atau dalam bahasa Sasak disebut Nyesek. Kemahiran dalam menenun ini wajib karena dijadikan syarat pernikahan atau dalam kata lain Perempuan dari desa Sukarara yang tidak bisa Nyesek maka tidak bisa menikah.
Hasil tenunan khas Sukarara adalah Sarung Songket. Biasanya sarung tersebut digunakan pada saat upacara adat, seperti Pesat Besar atau Begawe Beleq. Di sepanjang jalan desa ini banyak toko-toko yang menjual tenunan sekaligus memperlihatkan proses pembuatannya yang biasanya diperagakan oleh para wanita desa berpakaian khas lambung. Ciri khas tenunan dari desa Sukarara ini adalah tenunan memakai benang emas yang sering di sebut Kain Songket. Kain songket merupakan kain tenunan yang dibuat dengan teknik menambah benang pakan, hiasan dibuat dengan menyisipkan benang perak, emas atau benang warna di atas benang lungsi, terkadang juga ada yang dihiasi dengan manik-manik, kerang atau uang logam.
Saat ini pusat pengerajin kain songket adalah desa Sukarara, disinilah jika ingin membeli kain tenun tradisional khas Lombok, serta melihat bagaimana para penenun melakukan pekerjaannya. Desa ini sangat menarik untuk dikunjungi karena kegiatan sehari-hari masyarakat di desa ini telah menenun.
3. Desa Banyumulek
Banyumulek ialah salah satu Desa Wisata di Pulau Lombok yang terletak di Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, yang berjarak sekitar 14 kilometer jika ditempuh dari Kota Mataram. Banyumulek merupakan destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan terutama bagi wisatawan yang memiliki ketertarikan dengan budaya setempat. Sebagian besar penduduk di desa ini, yaitu sekitar 80% bermata pencaharian sebagai Pengrajin Gerabah. Oleh karena itu, di desa ini banyak terlahir tangan – tangan terampil dan cekatan pembuat gerabah berkualitas export.
Awalnya jenis Gerabah ataupun Keramik yang dihasilkan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya gentong yang berfungsi sebagai tempat air, kendi yang berfungsi sebagai tempat minum, tong sampah yang berfungsi untuk tempat pembuangan sampah, dan lain-lain. Namun seiring jalannya waktu serta berkembangnya pariwisata di Pulau Lombok, terjadi pergeseran nilai yang lebih mengarah ke elemen dekorasi, dalam artian gerabah yang dihasilkan digunakan untuk dekorasi, misalnya penghias taman atau ruangan hotel ataupun rumah. Menariknya lagi di desa wisata ini, Kita bisa melihat secara langsung pembuatan gerabah ini, mulai dari permulaan pembuatan tanah liat dicampur dengan air, kemudian menginjak materi yang sudah tercampur, kemudian adonan tersebut di bentuk dan membakarnya diatas jerami.
Itulah beberapa Desa Wisata yang bisa dikunjungi jika datang ke Lombok. Jika anda tertarik untuk melihat dan merasakan langsung suasana di Desa-Desa Wisata tersebut bisa menghubungi kami Jurjani Lombok Tourism Information Kerja Sama dengan Wisata Lombok Tour & Travel (Dong Ayok Liburan Di Lombok).
Contact Person:
Website: https://wisatalomboktourandtravel.com
Telp/WA: 082340971359
Ig:jurjaniwisatalombok
Reference:
• http://lombokbulanmadu.com/desa-penghasil-kain-khas-lombok-sukarare-lombok-tengah.html diakses 20 Oktober 2017
• http://lombokinformationcenter.blogspot.co.id/2013/05/desa-banyumulek.html?m=1 diakses 20 Oktober 2017
• https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/melihat-dari-dekat-suku-sasak-di-dusun-ende diakses 20 Oktober 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pariwisata Lombok Setelah Gempa-Bumi
Lombok adalah salah satu pulau yang penuh dengan jutaan keindahan yang ada di bumi ini. Pulau-pulau kecil (Gili) , Pantai , Gunung, Buki...
-
Paket Wisata Climbing OF Rinjani Mountain 3 Hari/2 Malam Gunung Rinjani adalah Gunung Api aktif te...
-
Social Media Influences Trip of Wonders 2018 Lombok, 3-5 of July Novotel Hotel - Seger Hill - Sasak Ende Village - Gili Trawang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar