Minggu, 08 Oktober 2017

Tari Tradisional Peresean

 PERESEAN




Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan Tongkat Rotan (Penjalin) dan berperisai Kulit Kerbau yang tebal dan keras (Perisai disebut Ende). Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, suku asli masyarakat Lombok, Peresean termasuk dalam seni tari daerah Lombok. Petarung dalam Peresean disebut Pepadu dan wasitnya disebut pakembar.
Pada Zaman Dahulu, Peresean digelar untuk melatih ketangkasan suku Sasak dalam mengusir para penjajah. Latar belakang diadakannya Peresean adalah pelampiasan emosional para raja pada masa lampau ketika menang dalam perang, tanding melawan musuh-musuhnya. Selain itu, Peresean juga termasuk media yang digunakan oleh para Pepadu untuk melatih ketangkasan, ketangguhan, dan keberanian dalam bertanding. Konon, Menurut cerita Rakyat Peresean juga dilakukan sebagai upacara memohon hujan bagi suku Sasak di musim kemarau dan seiring dengan perkembangan zaman serta masuk dan berkembangnya Pariwisata di Lombok, Peresean digelar untuk menyambut tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Lombok.

Peserta Peresean (Pepadu) tidak dipersiapkan sebelumnya, tetapi peserta diambil dari para penonton, Artinya penonton saling menantang dan salah satu penonton akan kalah kalau kepala/anggotan badan sudah berdarah. Penonton dapat mengajukan diri sebagai peserta Peresean, dan juga peserta dapat dipilih oleh wasit di antara para penonton. Setelah peserta sudah pas, pertarungan dimulai. Wasit pinggir (Pekembar Sedi) mencari pasangan pepadu dari para penonton, sedangkan wasit tengah (Pekembar Teqaq) yang akan memimpin pertandingan. Aturan Peresean adalah para pepadu tidak boleh memukul anggota badan bagian bawah (kaki/paha), para pepadu hanya diperbolehkan memukul anggota badan bagian atas (kepala, pundak, dan punggung). Dalam pertunjukan Peresean, ada musik pengiring untuk menyemangati para pepadu sekaligus sebagai pengiring kedua pepadu menari. Alat musik yang digunakan sebagai pengiring adalah Gong, sepasang kendang, rincik atau simbal, suling dan kanjar. Pepadu memegang tongkat rotan di tangan kanan dan perisai di tangan kiri. Kedua pepadu harus saling serang untuk mendapat nilai tinggi dari para juri. Pepadu akan mendapatkan nilai tertinggi jika bisa memukul kepala lawan. Pemenang dalam Peresean ditentukan dari nilai yang diperoleh dalam 5 ronde atau salah satu pepadu sudah mengibarkan bendera putih karena berdarah. Setelah bertarung, para pepadu bersalaman dan berpelukan, tandanya tidak ada rasa dendam antara kedua pepadu.
          Jika Anda Berminat Untuk Melihat Tari Peresean, Hubungi Kami Jurjani Lombok Tourism Information Kerja Sama dengan Wisata Lombok Tour & Travel  (Dong Ayok Liburan Di Lombok)  
Contact Person:
Website: https://wisatalomboktourandtravel.com 
Phone & WA: 082340971359
Ig:jurjaniwisatalombok

Referensi
  1. "Peresean, Tarung Kejantanan Suku Sasak di Lombok". lombokmagazine.com. Diakses tanggal 8 Oktober 2017.
  2. "Festival Budaya Lombok". lombokwisata.com. Diakses tanggal 8 Oktober 2017.
  3. "Presean, Tarung Derajat Lelaki Sasak". balioutbound.com. Diakses tanggal 8 Oktober 2017.
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Peresean. Diakses tanggal 8 Oktober 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pariwisata Lombok Setelah Gempa-Bumi

Lombok adalah salah satu pulau yang penuh dengan jutaan keindahan yang ada di bumi ini. Pulau-pulau kecil (Gili) , Pantai , Gunung, Buki...